Ende, Senin 1 September 2025 — Survei geolistrik dan Active Digital Magnetotelluric (ADMT) oleh LAZNAS Al Irsyad di Pulau Ende terus berlanjut. Hari ini, tim melakukan pengukuran di lima titik yang tersebar di tiga desa, yaitu Desa Renga Menge, Desa Puutara, dan Desa Rorurangga. Lokasi pengukuran meliputi Masjid Darul Muqama, Masjid Qiblatun, Mushola Baburachman, Masjid Nurul Iman, dan Mushola Mardatilan.

Tim sudah memulai pekerjaan sejak pukul 07.00 WITA dengan dukungan penuh dari masyarakat sekitar. Tak hanya warga, pemerintah setempat melalui Kecamatan Pulau Ende juga terlibat aktif, di antaranya dengan menyediakan fasilitas transportasi berupa mobil dinas untuk memperlancar proses survei.

Antusiasme juga datang dari tim dokumentasi yang bertugas melaporkan rangkaian kegiatan. “Kami senang dan bersemangat bisa terlibat dalam program ini. Semoga usaha ini sukses agar masyarakat segera dapat mengonsumsi air tawar. Meski cuaca di sini sangat panas, hal itu tidak mematahkan semangat kami untuk mendukung warga Pulau Ende,” ungkap tim dokumentasi.

Tim dokumentasi terdiri dari Oktia Ningsih dan Chairun Nissa Rodja dari LAZNAS Al Irsyad, yang sudah berada di lokasi sejak pertengahan Agustus 2025. “Kami sampai di sini pada 17 Agustus 2025 malam. Sejak 20 Agustus, kami mulai mengumpulkan data awal titik-titik yang membutuhkan air tawar di Pulau Ende,” tambah Oktia.
Melalui keberlanjutan program ini, LAZNAS Al Irsyad mengajak masyarakat luas untuk berkontribusi dalam mewujudkan sumur air tawar di Pulau Ende. Kehadiran sumur ini diharapkan menjadi solusi nyata yang membawa perubahan bagi kehidupan warga, sekaligus amal kebaikan yang manfaatnya abadi.